Laman

Jumat, 08 Februari 2013

MASALAH DAN FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN EKONOMI INDONESIA



1. Tingginya jumlah penganguran.
Pengangguran merupakan masalah klasik dalam hambatan pertumbuhan perekonomian Indonesia,
Hari ini belum ada solusi yang tepat dari pemerintah untuk menurunkan jumlah pengangguran tersebut. walaupun tiap tahun pengangguran mulai menurun dilihat dari hasil Badan Pusat Statistik (BPS) " 6,8% di Februari 2011- 6,5% di februari 2012 - 6,1% di februari 2013 kisarannya 7,24 juta orang namun masih tetap menjadi akar masalah perekonomian di Indonesia.

2. Utang.
Sesuai pernyataan Direktur jendral pengolahan utang bahwa "utang indonesia mencapai Rp.2000 T"(7 januari 2013) sebab itu masalah utang ini juga mengakibatkan perlambatan ekonomi Indonesia karena memakan porsi anggaran negara (APBN) bahkan WNI yang baru lahir sudah memiliki hutang.

3. Inflasi yang semakin tinggi.
Insentifitas Indonesia terhadap inflasi sangat tinggi,bahkan untuk harga beras naik dipasaran membuat nilai inflasi ikut terpengaruh.

4. Gelembung Ekonomi.
Pengamatan nilai intrinstik sering sulit dilakukan dalam keadaan nyata di pasar, sehingga gelembung sering hanya dapat dikenali dengan pasti secara retrospektif, ketika terjadi penurunan harga secara tiba-tiba dan masih banyak lagi masalah-masalah ekonomi indonesia lainnya.

Adapun Faktor-Faktor penyebab keterlambatan ekonomi indonesia :

1.Koruptor
Indonesia juga mendapatkan penghargaan urutan ke-6 sebagai negara terkorupsi di dunia.
ironisnya,partai kader yang diharapkan Indonesia dari hasil pengkaderannya, rata-rata malah terkena kasus korupsi.

2. Pendidikan.
Banyak WNI yang bekerja di Indonesia memiliki pendidikan yang rendah ,kisaran 37,8% tammatan SD sehingga mengacu dari penghasilan/upah setiap pekerjaaan.

3. Jumlah penduduk.
Ini faktor yang tidak perlu dijelaskan lagi (dunia pun mengetahui) dan masih banyak faktor-faktor lainnya namun 3 faktor ini sebagai dasar utamanya.

Opini Saya,pemerintah sudah matang untuk perancangan penaggulangan perekonomian ini namun mekanisme dilapangan yang berbeda sehingga kesannya pemerintah yang belum matang dan untuk hal ini perlu adanya peninjauan yang tidak bertele-tele lagi dan paham demokrasi hari ini sangat kohrensif tidak mengikuti reformasi hukum dan ini mengakibatkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
(LUCUNYA NEGRIKU)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar